ረቡዕ 18 ጁን 2014

Karena Aku Ayatul Husna

Part I

Entah sejak kapan rasa ini mulai ada,rasa aneh yang menyelimuti hatiku,menyita hampir 75% waktuku,membuatku bangun lebih pagi,tidur lebih larut,hanya untuk memikirkannya.Semakin hari semakin jauh aku berangan,berangan dia datang membawakanku sekuntum mawar,menghadiahnya padaku,menyatakan cinta,arrrrghhh kurasa ini sudah melampaui batas.Ini akan lebih rumit dari menyatukan darah merah dan darah biru yang kemudian akan menjadi darah ungu,yang tidak akan mendapatkan donor jikalau suatu waktu si pemilik darah kekurangan darah,ini juga bukan persoalan si kaya dan si miskin,si cantik dan si buruk rupa.Heiiii come on baby,ini bukan lagi zamannya Romi dan Yuli,perbedaan bukan lagi sesuatu yang akan menjadi tembok penghadang,kita bahkan tahu begitu banyak selebriti yang berbeda keyakinan yang kemudian beranak-pinak.Yaaaa ini memang bukan untuk dicontoh,tapi ini membuktikan bahwa perbedaan bukan lagi menjadi tembok penghadang.Ini Indonesia baby,jangankan melawan hukum agama yang belum tentu kapan waktu mempertanggungjawabkannya,hukum negara saja tidak sedikit yang melawannya.Bukankah cinta tak pernah salah dalam memilih?yaaa itulah yang dilantunkan Gita Gutawa dalam salah satu lagu cintanya.

Lain dari itu,ada hal yang tidak harus dijelaskan tapi wajib dimengerti,aku tidak boleh mencintainya,rasa ini tidak boleh ada,karena aku terlahir sebagai Ayatul Husna,karena aku terlahir dari keluarga alim ulama,karena aku dikenal sebagai gadis yang taat ibadah dan dia adalah Rizky,alasan ini mutlak.

Tresno jalaran soko kulino (cinta ada karena sering),mungkin itu mengapa aku mencintainya.karena aku sering melihatnya,karena dia sering memperhatikanku,atau karena dia berbeda,karena dia istimewa?berbeda?ya,dia memang beda,istimewa?tidak,tidak ada hal istimewa darinya yang dapat kujelaskan,meskipun dia tetap istimewa di mataku.

Tidak banyak bahkan tidak ada gadis seumuranku yang menyukainya,hanya aku.

Cinta ini kadang-kadang tak ada logika begitulah sabda Agnes dalam sebuah lagunya,dan ini benar adanya,ketika ada beribu alasan untuk mencintai orang lain yang lebih segalanya dari Rizky,aku hanya mempunyai satu alasan untuk tetap mencintainya,karena dia berbeda.

Dia satu-satunya yang bisa mengambil hati Abiku,dia satu-satunya yang berani ngapel kerumahku saat malam minggu,dia satu-satunya yang berani mendekatiku.Dia berbeda.

Masih teringat jelas malam minggu lalu saat dia datang kerumahku,saat aku mengintipnya dari jendela kamarku.

Dia mengenakan celana borju 3/4,kaos hitam cliquers,dengan rambut lurus berponi yang menutupi hampir seluruh keningnya,mencerminkan kepribadiannya yang profesional dan mengayomi.

Dia merekahkan senyumnya yang tak begitu lebar,menyisakan lesung pipit di kedua belah pipinya.mencium tangan abiku kemudian menanyakan keberadaanku.

Dan sihirnya benar – benar manjur,radius kurang lebih 3 meter dia mampu membuat jantungku berdetak lebih cepat bagai atleet yang baru saja mengikuti lari maraton,membuat sendi–sendiku serasa tak bertulang.aku bagai ikan emas yang keluar dari aquarium,klepek-klepek.

Aku menutup kembali korden jendelaku,menarik nafas dalam-dalam,merapihkan jilbabku,menunggu dia memanggil namaku.

Dan benar saja ‘Husna,lagi ngapain?’ dengan suara serak basahnya dia memanggilku,dari balik pintu kamarku.

‘Lagi diem aja’ jawabku.

‘Nonton yukk’ajaknya tanpa basa-basi,

‘Aku udah minta izin sama Abi’ lanjutnya lagi.

‘Emmm…’aku berdehem,bukan karena bimbang,tapi lidahku kelu untuk mengiyakan ajakannya,mungkin saja detak jantungku akan terdengar dari luar jika aku berada lebih dekat dengannya,pikirku.

OMG ini tuh super duper double triple le to the bay,but it’s a fact.

‘Husna,kelamaan mikir kamu,buruan ya ganti baju,aku tunggu di teras,’terdengar langkah kakinya menjauhi kamarku.

Sekitar 30 menit kemudian aku keluar dari kamar,aku tidak pernah jalan dengan orang lain selain Umi,Abi dan Ukhti ku,bisa dibilang ini kencan pertamaku.

Aku berusaha tampil secantik mungkin,aku ingin dia mengenangku,meski aku tahu rasa ini terkutuk,tidak mungkin kuungkapkan,dan tidak mungkin terbalas.

Dia sudah bertengger diatas maticnya,memandangiku dari ujung kaki hingga ubun-ubun, ‘Husna,kamu dandan?’tanyanya sambil tersenyum simpul.

‘Siapa yang dandan?emang aku biasa gini kok’.jawabku ngeles.

‘Kamu lucu banget sih,kaya mau jalan ama siapa aja,mana pake ngeles lagi,Husna Husna,tapi kamu kelihatan lebih anggun’katanya sambil mengulurkan helm padaku.

Aku tersipu,mukaku memerah seketika.

‘Ga bisa pake Hus?,biasanya pake sabuk pengaman sih ya,maaf ya aku cuma bisa jemput pake motor,tapi aku bakal tunjukin sesuatu yang beda ke kamu malam ini,oke Nona?’

Aku hanya mengangguk.

‘Sini aku pakein’katanya sambil menyuruhku mendekat,aku bersorak dalam hati tapi tidak menampakkan reaksi kegiranganku,hanya sebuah senyum simpul dan muka berseri-seri.

‘Thanks ya Riz’aku berseru seraya naik keatas motornya.

Ketika motornya mulai melaju dalam hati aku berdoa,semoga ini tidak cepat berlalu.

Ini perasaan jatuh cinta teraneh sekaligus terindah yang pernah kurasakan,tapi setiap kuingat kenyataannya hatiku perih.

Hanya karena aku Ayatul husna.

Sesampainya di tempat pertunjukan,aku tidak bisa menceritakan lagi yang jelas,it’s so amazing,so nice,so so so beautiful date.

To be continue..








ምንም አስተያየቶች የሉም:

አስተያየት ይለጥፉ